Top Tier Providence, Secretly Cultivate for a Thousand Years

Bab 54: Pembawa Sial Pengadilan Surgawi, Bakat Tiada Tara

Released on Oct 23, 2026 • 09:50 • 8 Total Readers

Top Tier Providence, Secretly Cultivate for a Thousand Years

Bab 54: Pembawa Sial Pengadilan Surgawi, Bakat Tiada Tara

Bab ini belum diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Naskah di bawah ini ditampilkan sementara dari versi English asli.

Mendengar perkataan Xing Hongxuan, ekspresi Han Jue menjadi kian aneh. Alasannya tak lain karena indra ilahinya mendeteksi seberkas jiwa yang bersemayam di dalam mutiara giok tersebut.

Jiwa ini adalah roh ganas yang diselubungi aura penuh kebajikan jahat.

Benda ini jelas-jelas bukan sesuatu yang baik!

Han Jue bertanya, “Dari mana kau mendapatkan mutiara ini?”

Setelah Han Jue membeberkan keberadaan roh ganas di dalam mutiara giok itu, mata Xing Hongxuan terbelalak tak percaya.

Sejurus kemudian, keningnya berkerut seraya berucap lirih, “Aku mendapatkannya di pasar kultivasi. Waktu itu aku mengikuti pelelangan dan berhasil mengamankan sebuah pusaka. Namun, ada seseorang yang mengincarku. Dia membuntutiku dan hendak merampas pusaka tersebut. Pada akhirnya, orang itu berhasil kubunuh dan aku memperoleh benda ini dari cincin penyimpanannya. Rekan Daois yang menemaniku memberitahu bahwa ini adalah Giok Pengumpul Roh Bawaan (Connate Spirit Gathering Jade), sebuah pusaka suci kultivasi yang teramat langka. Karena kudengar khasiatnya begitu luar biasa, aku langsung membawanya kemari untukmu.”

Han Jue merasa ada sesuatu yang janggal.

Namun, ia belum bisa memastikannya.

Tanpa membuang waktu, ia melancarkan Teknik Penyerapan Jiwa Enam Jalur (Six Paths Soul Absorption Technique) dan memusnahkan roh ganas di dalamnya hingga tak bersisa. Setelah itu, ia mengembalikan Giok Pengumpul Roh Bawaan tersebut kepada Xing Hongxuan.

“Ambillah. Roh jahat di dalamnya sudah kubasmi. Pusaka ini tidak akan banyak membantuku. Sebaliknya, kau sendiri sudah di ambang terobosan menuju ranah Golden Core. Benda ini sangat cocok untukmu,” tutur Han Jue sungguh-sungguh.

Secara naluriah Xing Hongxuan hendak menolak, tetapi Han Jue lekas menukas, “Laju kultivasimu terlalu lambat. Kalau terus begini, kemungkinan diriku menjadi suamimu akan semakin kecil. Seharusnya kau memikirkan cara untuk mempercepat kultivasimu.”

Senyuman Xing Hongxuan berubah getir.

Han Jue tak tega melihatnya. Bagaimanapun juga, wanita inilah yang memiliki tingkat kesukaan tertinggi terhadap dirinya.

Dengan membalikkan telapak tangan kanannya, ia menyerahkan sejumlah pil roh rampasan masa lalu kepada Xing Hongxuan.

Pil-pil ini mampu menyokongnya menembus ranah Golden Core sekaligus mendongkrak tingkat kultivasinya.

“Dulu kaulah yang selalu memberiku berbagai pusaka. Sekarang giliranku membalasnya. Selain itu, bukalah sebuah Gua Kediaman di gunung belakang dan berkultivasilah di sana,” ucap Han Jue dengan raut serius.

Xing Hongxuan tersentak gembira dan tersenyum manis merekah.

Melihat reaksi tersebut, entah mengapa Han Jue merasa panik sendiri. Ia berdeham tegas, “Kita ini belum resmi menjadi suami istri. Kuharap kau bersungguh-sungguh dalam berkultivasi. Dan ingat, jangan pernah mengumbar hubungan kita ke luar. Aku telah menghabisi banyak musuh tangguh demi Sekte Giok Murni (Jade Pure Sect). Jangan sampai kau menjadi titik kelemahanku yang bisa dimanfaatkan musuh untuk mengancamku, paham?”

Xing Hongxuan mengangguk patuh.

Hmph.

Dasar berandal nakal.

Ternyata kau masih peduli padaku.

Mulutnya berkata takut dirinya menjadi titik kelemahan, padahal sejatinya pemuda itu mengkhawatirkan keselamatannya.

Semakin Xing Hongxuan merenungkannya, semakin manis rasa yang membuncah di lubuk hatinya.

Ia teringat masa lalu ketika Han Jue hanyalah seorang pemuda belia di matanya. Kini, sosok itu telah menjelma menjadi Tokoh Perkasa—Elder Pembantai Dewa (Deity Slaying Elder) dari Sekte Giok Murni.

Potensi luar biasa semacam itu bahkan belum pernah terdengar di seantero dunia kultivasi.

Ia harus berjuang lebih keras lagi.

Jika terus tertinggal, ia tak akan pantas bersanding di sisi Han Jue.

Xing Hongxuan tak berlama-lama di sana.

Sebenarnya ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bercengkerama lebih intim dengan Han Jue, namun Ayam Neraka Hitam (Black Hell Chicken) dan Anjing Langit Kekacauan (Chaotic Heavenly Dog) terus-menerus menatapnya tajam tanpa berkedip. Sorot mata mereka yang melotot membuatnya tersipu canggung.

...

Satu setengah tahun berlalu.

Energi Spiritual di gunung tempat Han Jue berdiam meningkat berlipat-lipat ganda. Di samping Formasi Pengumpul Roh, Li Qingzi juga memasang formasi pelindung yang kokoh.

Atas petunjuk Han Jue, Xing Hongxuan diam-diam berpindah ke balik gunung, menyerap limpahan Energi Spiritual yang tak terbatas di sana.

Pada suatu hari yang cerah, Upacara Milenium Sekte Giok Murni akan segera dihelat. Seluruh sekte beraliran lurus di dunia kultivasi mengirimkan utusan untuk menghaturkan selamat. Sekte Giok Murni menyongsong perhelatan akbar yang semaraknya belum pernah terjadi sebelumnya.

Kabar burung berhembus kencang bahwa Pemimpin Sekte Jubah Hujan (Raincoat Sect) lenyap tanpa jejak seusai bertolak menuju Sekte Giok Murni. Dengan kata lain, besar kemungkinan ia telah meregang nyawa di tempat ini.

Peristiwa tersebut melambungkan pamor Sekte Giok Murni di kancah dunia kultivasi. Tak ada satu pihak pun yang berani memandang sebelah mata lagi.

Sepulangnya Daois Sembilan Kuali (Daoist Nine Cauldrons), ia turun tangan langsung membersihkan internal sekte. Kadar Energi Spiritual di delapan belas puncak gunung dan kota-kota sekte dalam melonjak drastis. Kendati tak sepadan dengan gunung milik Han Jue, kepekatannya kini berkali-kali lipat lebih pekat dibanding masa lampau.

Tak berhenti di situ, Daois Sembilan Kuali juga meringkus beberapa iblis agung yang kekuatannya setara dengan ranah Nascent Soul, lalu mengurung mereka di dalam Ranah Sepuluh Ribu Iblis (Ten Thousand Demon Realm).

Sekte Giok Murni kian hari kian menunjukkan kejayaannya.

Han Jue sama sekali tidak tertarik dengan hiruk-pikuk Upacara Milenium tersebut, sehingga ia memilih absen dan tekun melanjutkan meditasinya.

Satu hal yang patut dicatat, seiring membesarnya ukuran fisik Ayam Neraka Hitam dan Anjing Langit Kekacauan, Gua Kediaman miliknya tak lagi muat menampung mereka berdua. Han Jue telah mengusir mereka keluar sejak setengah tahun yang lalu.

Keduanya terpaksa menggali liang gua sendiri di lereng gunung. Pada saat yang sama, mereka dilarang keras melangkahkan kaki keluar dari kawasan gunung tersebut.

Ayam Neraka Hitam yang sejak kecil dijejali berbagai wejangan hidup oleh Han Jue kini telah tumbuh menjadi seekor unggas yang amat penakut—bukan, lebih tepatnya sangat berhati-hati. Ia bahkan getol mendoktrin Anjing Langit Kekacauan agar mewarisi watak waspadanya itu.

Sayangnya, Anjing Langit Kekacauan terlahir dengan keangkuhan alami di dalam darahnya dan memandang remeh si ayam.

Kendati Anjing Langit Kekacauan bersikap membangkang, Ayam Neraka Hitam tetap memanfaatkan kekuatannya yang lebih matang untuk menundukkannya secara paksa.

Bagaimanapun juga, anjing itu menetas berkat dekapan hangatnya.

Meminjam kata-kata Han Jue, anak anjing itu tak ubahnya putra kandungnya sendiri.

Suatu hari, sebaris tulisan mendadak terpampang di hadapan Han Jue.

[Mendeteksi pembawa takdir Bawaan (Connate providence), sedang memeriksa asal-usulnya.]

Pembawa takdir Bawaan lagi?

Han Jue sudah cukup memahami seluk-beluk takdir Bawaan. Mereka adalah insan-insan yang terlahir memikul garis nasib luar biasa di luar nalar fana.

Sebagian merupakan pembawa sial terkutuk, sementara sebagian lainnya terlahir sebagai anak emas takdir.

Namun, pemilik takdir Bawaan tidak serta-merta mutlak menjadi sosok perkasa.

Han Jue lekas memilih opsi untuk menyelidiki latar belakang sosok tersebut.

[Su Qi: Reinkarnasi dari pembawa sial istana langit (Heavenly Court). Terlahir dengan nasib nahas tak berujung dan senantiasa menimpakan malapetaka bagi orang-orang di sekitarnya. Memiliki takdir yang terlampau kuat dan menekan, di mana orang-orang di dekatnya acap kali binasa terperosok kesialan ekstrem, sementara dirinya sendiri selalu sanggup membalikkan keadaan dan lolos tanpa celah. Mendengar kabar bahwa Sekte Giok Murni adalah sekte terkuat di dunia kultivasi, ia bermaksud bergabung demi menimba metode kultivasi ortodoks. Petunjuk khusus: Karena Anda memiliki takdir keturunan Kaisar Abadi, Anda kebal terhadap nasib buruk sang pembawa sial. Peringatan keras: Anda dilarang membunuh sang pembawa sial. Jika Anda membunuhnya, bahkan takdir keturunan Kaisar Abadi milik Anda pun tak akan sanggup membendung gelombang kesialan dahsyat yang akan melanda.]

Apa-apaan ini?

Reinkarnasi biang sial?

Han Jue dibuat terperangah tak habis pikir.

Kendati takdir keturunan Kaisar Abadi miliknya kebal terhadap pengaruh kutukan kesialan itu, Sekte Giok Murni jelas tidak memiliki perlindungan serupa!

Han Jue buru-buru menyapu sekeliling menggunakan indra ilahinya.

Tampak sosok Su Qi tengah melangkah mantap mendaki gunungnya.

Gawat!

Setelah menimbang-nimbang sejenak, Han Jue memutuskan untuk menemui si pembawa sial tersebut.

...

Di kaki gunung, seorang pemuda duduk terengah-engah di atas sebongkah batu besar sembari menyeka peluh yang membasahi keningnya.

Parasnya biasa saja dan jauh dari kata tampan, tetapi sorot matanya memancarkan gelora semangat yang luar biasa hidup.

Ia menoleh ke arah delapan belas puncak gunung dengan tatapan mata yang membara.

“Mengapa seorang fana sepertimu berkeliaran di sini?” Suara Han Jue tiba-tiba mengalun membelah hening.

Sosoknya langsung berwujud di hadapan Su Qi bagai ditiup angin.

Su Qi terperanjat ketakutan, lalu buru-buru bersimpuh berlutut di depan kaki Han Jue.

Menahan luapan kegembiraan yang membuncah, ia berseru, “Nama saya Su Qi. Saya ingin berkultivasi. Saya tahu betul aturan ketat sekte-sekte kultivasi, tetapi saya berniat melewati tingkatan murid luar dan langsung membaktikan bakat saya ke jajaran murid dalam Sekte Giok Murni!”

Bukan main angkuhnya bocah ini!

Han Jue hanya bisa geleng-geleng kepala.

Lagipula, mengapa untaian kalimat itu terdengar begitu akrab di telinganya?

Han Jue menghela napas seraya berujar, “Usiamu sudah terlampau matang. Kau telah melewatkan masa keemasan terbaik untuk mulai berkultivasi.”

Demi menjaga ketenteraman dan kedamaian hidupnya di masa mendatang, jalan satu-satunya adalah mengusir pemuda ini secepat mungkin.

“Mustahil, bakat saya tiada tara di kolong langit!”

“Begini saja, aku akan mengajarimu Teknik Pengumpulan Qi. Carilah tempat lain untuk berkultivasi dan urungkan niatmu masuk ke Sekte Giok Murni.”

“Tidak sudi! Saya harus bergabung dengan sekte ini. Apakah Tuan bukan bagian dari Sekte Giok Murni? Saya dengar sekte ini sedang menggelar Upacara Milenium dan mengundang segenap sekte di dunia kultivasi.”

Su Qi memicingkan mata menatapnya dengan penuh rasa curiga.

Han Jue heran bukan kepalang. Dari mana manusia fana ini mengorek informasi sedalam itu?

“Kau benar-benar bersikeras tidak mau pergi?”

“Tidak akan pernah!”

“Bagus kalau begitu!”

Han Jue langsung mencengkeram tengkuk Su Qi dan memboyongnya melesat kembali ke dalam Gua Kediaman Bawaan.

Bruk! Su Qi terhempas ke lantai dengan bokong mendarat duluan, meringis menahan sakit.

Han Jue kembali duduk santai di atas pembaringannya seraya bertitah dingin, “Mulai hari ini dan seterusnya, kau hanya boleh berdiam di sini. Lupakan angan-anganmu untuk melangkah keluar seumur hidup!”

Berhubung dirinya kebal terhadap nasib nahas Su Qi, Han Jue sama sekali tidak gentar.

Adapun mengenai alasan mengapa ia tidak melenyapkannya...

Bahkan dirinya pun tak sudi menanggung badai petaka kutukan yang terlampau dahsyat itu!

Terlebih lagi, Han Jue khawatir jika nyawa Su Qi dihabisi, keparat ini justru akan seketika tersadar dari reinkarnasi, memulihkan jati dirinya sebagai makhluk abadi dari Pengadilan Surgawi, lalu berbalik membalas dendam padanya.

Memilih jalan aman dan berhati-hati adalah pilihan terbaik!

— End of Chapter 54 — — Akhir Chapter 54 —

Reader Comments & Discussion Diskusi & Komentar Pembaca

0 comments on this chapter

Want to join the discussion?

Sign In to Comment
No comments on this chapter yet. Be the first to share your thoughts!